Saya sempet nggumun tiada tara, lah wong saya yang orang indonesia kok malah suami yang menggilai makanan indo. Setelah beberapa minggu kemaren ngidam minta martabak, cap cay dan bakso (eh kalo ini emang saya yang mau), ndilalah hari ini dia minta sate.
Modyarrrrr aku .. dinegara begini mo nyari dimana warung sate madura. Saat kepepet, seperti biasa telpon bu RT jadi solusi tepat .. matursuwun Dith!.
Bimbingan masak via telepon Thun-Uetendorf akhirnya membuahkan sesuatu yang bentuknya mirip sate. Setelah diincip, rasanya memang seperti sate .. ueannnaaak tenan sodara-sodara .. tombo kangen!
Dan seperti biasa, indo food session pasti dihadiri pula oleh Tizu, sohib suami yang pernah 1 tahun di Jawa. Singkat cerita bule-bule jahanam itu dengan rakusnya menghabiskan satenya, saya yang capek mbikin cuman disisain 4 tusuk sate ayam dan 1 tusuk sate sayur .. kalian ini laper apa kalap yak?
Tapi momen seperti ini sungguh menggembirakan buat orang seperti saya yang baru bisa masak kemaren .. halah! Mudah-mudahan setelah sate session ini, dua manusia swiss ini kembali pada selera asalnya .. pasta dan piza, jadi saya ndak perlu pyyuusinggggggggggggggg.
PS : Yang pengen resep langsung ke bu RT yak. Sisa foto.
gilaaaaaaa..satenya guedeeeeee banget. Salut deh, saiki pinter masak. Eh, iya Tori masih seperti yang dulu..gendut, bedanya dia sekarang bawa sepeda motor GL-PRO..dapat motor dinas dari kantornya. aku jalan-jalan berdua keliling malang..hahahahaha
Comment by la mendol — March 12, 2008 @ 5:10 am
tut, aku pesen sate kadal, yang garing ya…
Comment by isdah ahmad — March 13, 2008 @ 7:52 am